“Kamu lagi ngapain di sini?” tanyanya dengan nada menggoda, suara lembutnya menembus kebisingan kelas yang sudah berakhir.
Aku mengangguk, dan perlahan-lahan kami memulai permainan. Tangan kami menelusuri punggung satu sama lain, menemukan titik‑titik sensitif yang membuat napas menegang. Setiap gerakan terasa alami, seolah kampus ini menjadi saksi bisu atas kebebasan kami. “Kamu lagi ngapain di sini
Catatan : Pastikan semua adegan yang ditulis melibatkan persetujuan penuh dan jelas dari kedua pihak, serta tidak melanggar kebijakan atau norma yang berlaku di lingkungan kampus atau platform tempat teks ini akan dipublikasikan. Selamat menulis! “Kamu lagi ngapain di sini