Di era digital, musik tidak lagi sekadar hiburan; ia menjadi dan alat ekspresi bagi komunitas yang mengedepankan mobilitas, kreativitas, serta kebebasan berekspresi. Alisa , sebuah kompilasi lengkap yang menampilkan lagu‑lagu berjudul “Doi Nyepong Barbar”, muncul sebagai jawaban atas kebutuhan ini. Dikemas dalam paket Indo18 Portable Lifestyle & Entertainment , Alisa bukan sekadar album—melainkan ekosistem multimedia yang memadukan musik, visual, serta konten interaktif yang dapat dibawa ke mana saja.
| Aspek | Penjelasan | |------|------------| | | “Doi” dalam bahasa daerah (Sunda) berarti “saya”; “Nyepong” adalah kata slang yang berarti “menyentuh” atau “memukau”; “Barbar” mengacu pada gaya hidup liar, bebas, dan tanpa batas. Kombinasi kata ini mencerminkan semangat pribadi yang menggapai kebebasan lewat musik. | | Genre musik | Campuran Indie‑Pop, Lo‑Fi, dan Elektronik dengan sentuhan tradisional Indonesia (gamelan, angklung) sehingga menghasilkan suara “retro‑future”. | | Produser utama | Alisa R. Satria , produser muda yang pernah berkolaborasi dengan label indie seperti Ruang Suara dan Kanvas Studio . Ia menekankan pada kualitas analog (rekaman vinyl, tape) yang dipadukan dengan teknologi digital modern. | | Target audiens | Milenial‑Gen Z (umur 18‑30) yang aktif di platform TikTok, Instagram Reels , serta pengguna smartphone yang mengutamakan streaming dan download cepat. | Di era digital, musik tidak lagi sekadar hiburan;
adalah brand lifestyle yang menggabungkan tiga pilar utama: | Aspek | Penjelasan | |------|------------| | |